Musisi Amerika Hilang di Puncak Semeru

Posted: 30 August 2010 in Indonesia Issue

Seorang pendaki mancanegara asal New York, Amerika Serikat (AS) dikabarkan hilang saat melakukan pendakian ke puncak Gunung Semeru, Minggu (29/08).

Pendaki yang belakangan diketahui sebagai musisi bernama MATTHEW NEMAR ALEXANDER (24), beralamatkan di 15 W 18 Street 200 New York, USA ini, melakukan pendakian solo sejak Jumat (27/08) sekitar pukul 07.00 WIB.

THOMAS HADI SANJAYA (42) Kepala Desa Ranupane, Kecamatan Senduro ketika dikonfirmasi DIDI reporter Sentral FM Lumajang menyebutkan MATTHEW datang ke homestay miliknya, sejak Kamis (26/08) pukul 16.00 WIB.

THOMAS memiliki homestay pendakian di titik awal pendakian di Ranupane dan juga pemilik biro jasa pendakian yang menyediakan tenaga porter atau penunjuk jalan ini.

Saat itu, MATTHEW yang datang seorang diri dengan ciri-ciri bertinggi badan 180 cm dengan mengenakan anting-anting dan memakai pakaian daki berupa celana dan jaket warna biru.

Di homestay milik THOMAS ini, MATTHEW menyampaikan niatnya. Bahwa ia baru sekali datang ke Indonesia dan bermaksud mendaki Gunung Semeru.

MATTHEW yang mengaku sebagai musisi dan sempat memperdengarkan sejumlah aransemen musik karya ciptanya kepada THOMAS, menyampaikan jika dirinya bermaksud mendaki puncak Semeru untuk berlibur.

“Setelah itu, saya menyiapkan berbagai logistik atau keperluannya selama pencakian 3 hari sampai Senin mendatang. Bahkan, saya menyiapkan tenda, sleeping bag dan porter yang membawa perbekalannya,” beber THOMAS.

Setelah itu, sejak Jumat (28/08) pukul 07.00 WIB, MATTHEW bersama seorang porter bernama PARI (18), dan dua pendaki asal Perancis bernama DAVID dan NICHOLA disarankan melakukan pendakian bersama, akhirnya bergerak mendaki puncak Semeru.

Namun, sebelumnya di posko TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) di Ranu Pane, para pendaki mancanegara ini telah diingatkan untuk tidak menuju puncka tertinggi Gunung Semeru, baik di Puncak Arcopodo maupun di kawah Jonggring Saloko.

Para pendaki mancanegara ini, telah disodorkan surat pernyataan untuk menyepakati rekomendasi, mendaki sampai puncak Kalimati saja. Karena, kondisi vulkanik Semeru sampai saat ini tetap pada titik waspada yang cukup berbahaya, jika mendaki sampai puncak Arcopodo.

“Apalagi jika para pendaki mancanegara ini, sampai kawah Jonggring Saloko yang kerap menyemburkan gas beracun,” demikian beber Ir ANGGORO DWI SUJIHARTO, Kepala Bidang Pengelolaan Tamana Nasional Wilayah 2 Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Lumajang ketika dikonfirmasi DIDI reporter Sentral FM Lumajang melalui telepon selulernya.

Setelah melengkapi prosedur pendakian, MATTHEW melakukan pendakian sampai ke titik Kalimati. Di sana, ia ternyata tetap ngotot mendaki sampai puncak. “Alasannya, seperti yang disampaikan PARI, MATTHEW mengaku baru sekali mendaki Semeru dan tidak mungkin jauh-jauh dari Amerika ia melewatkan kesempatan melihat keindahan puncak Semeru. Apalagi, ia cukup yakin sulit datang kembali kesini (Semeru, red),” beber Ir ANGGORO.

Dengan kenekatan MATTHEW ini, PARI pun menyatakan tetap menunggu di pos Kalimati bersama dua pendaki Perancis lainya, yakni DAVID dan NICHOLA. Setelah itu, MATTHEW meneruskan pendakiannya ke puncak sampai akhirnya kabarnya tidak diketahui lagi.

Sedangkan, DAVID dan NICHOLA melanjutkan perjalanan turun lalu melapor ke Posko di Ranupane. Pun demikian PARI yang cukup khawatir dengan tidak kembalinya MATTHEW lalu mengkomunikasikan hal ini ke Pos TNBTS di Ranupane.

“Dengan keterangan itu, akhirnya kami cukup khawatir lalu meneruskan ke Pos Sar Kabupaten Lumajang, Sabtu pukul 19.00 WIB,” papar Ir ANGGORO DWI SUJIHARTO. Hal itu dibenarkan Peltu (TNI) SUGIYONO, pelatih Tim SAR Kabupaten Lumajang yang menyatakan, pihaknya langsung mengirimkan 5 personil untuk melakukan pencarian.

“Laporan dugaan tersesatnya MATTHEW itu diterima IKSAN dan WAWAN, personel yang pikut Sabtu malam. Selanjutnya, Minggu pukul 05.00 WIB, kami mengirimkan 5 personil yang saya pimpin sendiri untuk melakukan penyisiran ke puncak Semeru,” beber Peltu (TNI) SUGIYONO.

Di titik Kalimati, personil SAR Kabupaten Lumajang telah bergabung dengan 4 personil porter yang dikirimkan Kades Ranupane THOMAS HADI SANJAYA malam sebelumnya. Sampai siang, bergabung juga 7 porter tambahan yang dipimpin personel TNBTS dan 7 personil SAR Polres Lumajang yang dikomando Kompol ENU SASMONANG Kabag Ops Polres Lumajang dan AKP BENY Kasat Intelkam.

Di titik Kalimati ini, seluruh personil penyisiran melakukan koordinasi sebelum memutuskan untuk melakukan operasi SAR. “Operasi SAR baru bisa kami lakukan sesuai protap setelah 2 X 24 jam laporan hilangnya pendaki. Saat ini, penyisiran awal, kami lakukan dari Kalimati sampai ke puncak Semeru,” bebernya.

Di bagian lain,THOMAS HADI SANJAYA menyampaikan, MATTHEW juga membawa perlengkapan berupa pakaian, laptop dan logistik makanan tiga hari dari pendakian yang dijadwalkan sampai Senin mendatang.

“Saya menyiapkan tenda dan slepping bag yang dibawa porternya. Saya berharap, pencarian tidak sampai tiga hari untuk menjamin keselamatan turis pendaki asal Amerika ini,” demikian pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s